Tampilkan postingan dengan label Tangerang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tangerang. Tampilkan semua postingan

Senin, 31 Januari 2022

MENGAPA PERAYAAN IMLEK IDENTIK DENGAN WARNA MERAH?



Tangerang-Fbinewsbanten.net


Tahun Baru China atau Imlek merupakan salah satu perayaan yang penting bagi masyarakat Tionghoa. Tahun baru Imlek tahun ini jatuh pada 1 Februari 2022. 


Tahun baru Imlek kali ini, jatuh pada tahun shio macan air yang dipercaya akan memberikan kebangkitan perekonomian dan berpotensi menjadi kaya mendadak. 


Lalu mengapa dalam perayaannya selalu identik dengan warna merah? Hingga sampai baju baru pun mengandung unsur warna merah (setiap perayaan Imlek umumnya warga etnis Tionghoa membeli baju baru sebagai awal memulai kehidupan baru di tahun yang baru - red). 



Dari tahun ke tahun perayaan imlek memang selalu identik dengan dekorasi berwarna merah. Ternyata merah adalah warna yang panas. 


Bagi masyarakat Tionghoa, panas itu  menandakan adanya unsur api yang diharapkan bisa memberikan kebahagiaan. Masyarakat Tionghoa percaya jika warna merah membawa keberuntungan. 


Warna merah juga memiliki unsur ‘Yang’ sehingga saat perayaan imlek diharapkan hilang segala kegelapan dan kesedihan. 


Dalam simbol Yin dan Yang, Yin adalah yang berwarna hitam, sedangkan Yang berwarna putih. Keduanya memiliki ukuran yang sama. Di dalam Yin terdapat titik putih, dan di dalam Yang juga terdapat titik hitam. Hal ini lah yang dimaksud keseimbangan dalam Yin dan Yang. 


Ditulis : Andreas Budi

Editor  : Teddy

Minggu, 30 Januari 2022

EKSPLORASI BUDAYA CINA BENTENG: BENTENG MAKASSAR DI TANGERANG, KE MANAKAH BENTENGNYA?



Tangerang – fbinewsbanten.net


Di artikel sebelumnya kita sudah mengetahui sejarah Cina Benteng atau dahulu disebut orang Bike yang tinggal di sekitar benteng. Terbersit pertanyaan, jika ada komunitas etnis Tionghoa yang tinggal di sekitar benteng yang hingga kini masih ada keturununannya yang disebut Cina Benteng, di manakah letak bentengnya? Mengapa tidak ada benteng di sekitar pemukiman sekarang? Inilah yang menjadi ulasan menarik tim FBI News Banten untuk kembali menelusuri jejak benteng di Tangerang yang sering disebut Benteng Makassar.


Kembali bersama Koh Achong, tokoh pemerhati dan pelestari budaya Tionghoa Tangerang, kami berbincang-bincang. Koh Achong menjelaskan sejarah mengenai Benteng Makassar ini. 



Saat itu, di tahun 1600-an terjadi keributan antara Kesultanan Banten dengan Kapiten Batavia Souw Beng Kong. Souw Beng Kong seorang tokoh yang diandalkan gubernur jenderal pertama Hindia Belanda, Jan Pieterszoon Coen, saat gagal membuka Batavia sebagai pusat perdagangan. Souw Beng Kon pun sangat dihormati di masyarakat Banten (Tangerang).


Beng Kong yang sudah terkenal sebagai saudagar sukses dan dihormati di Banten akan sangat dibutuhkan oleh VOC guna menggulirkan ekonomi Batavia dengan mengajak orang-orang Tionghoa ke Batavia. Setelah melalui perundingan dengan orang-orang Tionghoa di Banten (Tangerang hingga Cikande), Souw Beng Kong pun akhirnya mengiyakan permintaan JP Coen. Sebanyak 200 orang Tionghoa datang ke Batavia pada gelombang pertama yang akan melonjak menjadi tiga ribuan dalam waktu 30 tahun. Di situlah Souw Beng Kong ditunjuk Belanda menjadi Kapiten di Batavia.


Dalam keributan antara Souw Beng Kong dengan Kesultanan Banten saat itu yang mana sebenarnya didalangi oleh J. P. Coen, untuk mempertahankan wilayah dagangnya, Belanda mendirikan benteng di sekitar sungai Cisadane yang mana kala itu sungai Cisadane menjadi tempat strategis sebagai lintas transportasi perdagangan.


Disebut Benteng Makassar dikarenakan Belanda kekurangan pasukan hingga mendatangkan orang-orang dari Makassar untuk memperkuat penjagaan di sekitar benteng. Karena tidak mungkin Belanda mengambil orang-orang lokal, takutnya mereka akan berkhianat dan setia kepada kesultanan Banten. Dari situlah penduduk lokal menyebutnya Benteng Makassar karena banyaknya orang Makassar di benteng Belanda tersebut.



Istilah Cina Benteng pun timbul dari situ. Yaitu komunitas etnis Tionghoa yang tinggal di seputaran benteng. Zaman itu Sungai Cisadane tidak seperti sekarang. 


“Dulu bangunan belum banyak dan dari sisi sungai berseberangan dengan sisi lainnya, penduduk Cina Benteng masih bisa saling gegeroan (menyapa/memnaggil – red),” jelas Koh Achong.


“Kode (koko paling gede – red)…. Apa… Lagi ngapain? Berak…” ujar Koh Achong menirukan gaya percakapan Cina Benteng (Ciben) di kala itu. Semua terbahak mendengar kelakar Koh Achong. Koh Achong melanjutkan bahwa dulu menurut cerita orang-orang tua, zaman kakek nenek kita, masih ada yang dapat melihat bekas reruntuhan benteng Belanda ini. Namun seiring perkembangan zaman, terjadi abrasi dan pelebaran sungai. Maka reruntuhan benteng tersebut tidak dapat terlihat lagi.


Mungkin cerita ini dapat menjadi masukkan bagi kita semua khususnya pemerintah daerah Tangerang agar selalu melestarikan dan lebih perduli lagi terhadap bangunan bersejarah. Sedih rasanya ketika tahu ada bangunan masa Belanda tergerus bangunan baru hanya karena bisnis untuk mendulang rupiah semata. Identitas bangsa ini dapat dilihat dari peninggalan sejarah atau artefak yang dapat kita lihat di masa sekarang. Jangan sampai generasi kita lupa bahkan tidak tahu identitas bangsa ini dan akhirnya rasa nasionalisme bangsa hilang begitu saja. 


Ditulis : Andreas Budi

Editor  : Teddy

Rabu, 26 Januari 2022

Pemkab Tangerang Perkuat Kerjasama Dengan SGU Untuk Kelola Industri Mikro dan UMKM

 


Tangerang-Fbinewsbanten.net


Pemerintah Kabupaten Tangerang memperkuat dan menyempurnakan kerjasama dengan Swiss German University (SGU) dalam pengelolaan Industri Kelompok Mikro di Kabupaten Tangerang. Hal ini disampaikan Sekda Moch Maesal Rasyid saat mengikuti rapat evaluasi di Kampus SGU Alam Sutera. 


Kerjasama Pemkab Tangerang dengan SGU yang ditandai dengan MOU antara Bupati Tangerang dan Rektor SGU pada bulan Febuari 2021 sudah berjalan dengan baik. Kerjasama yang sudah dilakukan tersebut antara lain mulai dari pendampingan UMKM, pengelolaan Gerai Tangerang Gemilang hingga kegiatan Inkubator Bisnis dan Teknologi (IBT) dan Digital Marketing Center (DMC).



"Evaluasi kerjasama ini akan terus kita sempurnakan, mulai dari pengelolaan gerai sampai dengan pendampingan digital market," ungkap Sekda saat rapat evaluasi di Kampus SGU Alam Sutera, Rabu (26/01/2022).


Sekda berharap kerjasama ini bisa lebih maksimal. Dinas Perindustrian Perdagangan bersama SGU bisa lebih fokus dalam mengelolaan gerai yang pemkab miliki, sehingga dapat menggeliatkan ekonomi di sektor industri produk olahan hasil masyarakat Kabupaten Tangerang.


"Disperindag agar lebih fokus dalam pemberdayaan UMKM dan industri olahan hasil masyarakat, selain menggerakkan ekonomi menciptakan lapangan pekerjaan baru," kata Sekda.


Wakil Rektor Bidang Akademik SGU  Dr. Irvan S Kartawiria menambahkan evaluasi kerjasama tersebut akan terus terus disempurnakan. Kegiatan yang sudah dilaksanakan diharapkan lebih tepat sasaran, langsung kepada masyarakat.


"Pendampingan dan pelatihan UMKM/IKM, pelatihan digital marketing, pendampingan kepengurusan sertifikat halal, hingga pendampingan pengurusan dengan BPOM sudah kita lakukan," jelas Irvan.


(TD)

Selasa, 25 Januari 2022

Polres Metro Tangerang Ungkap Kasus Pengiriman Sabu Cair Jaringan Indonesia- Meksiko



Tangerang-Fbinewsbanten.net


Polres Metro Tangerang kota berhasil mengungkap Kasus Pengiriman Sabu Cair sebanyak 12 Botol melalui jasa pengiriman paket internasional Bandara Sokarno Hatta (Soetta)Senin  (17/1/22).

Hal tersebut diungkap oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan didampingi Kapolres Metro Kombes Pol Komarudin,Kasi Humas Kombes Pol Abdul Rohim dan Petugas Bea dan Cukai Bandara Soetta pada acara Konferensi Pers di Aula Mapolres Metro Tangerang Kota Selasa(25/1/22).


Kasus pengiriman barang haram ini terungkap berkat adanya informasi yang didapat petugas Tim Res Narkoba Polres Metro Tangerang Kota yang mendapat kabar akan ada pengiriman Sabu Cair dari meksiko menuju indonesia. 

Selanjutnya Tim bergerak melakukan penyelidikan hingga akhirmya mencurigai seorang pria yang diketahui mengambil paket tersebut di Bandara Soetta. 

Selanjutnya petugas melakukan pembuntutan kepada Pria asal Rajeg Kabupaten Tangerang yang belakangan diketahui berinisial RK(28).

Kemudian petugas menyergap RK didaerah Kamal Jakarta barat usai mengambil paket berisi 12 Botol  Sabu cair yang disamarkan dalam botol aceite de aguacate(Minyak Alpukat).


Hal itu terbukti setelah polisi menerima hasil  laboratorium pada 12 isi botol dan dinyatakan  8 botol mengandung Metamfetamin.

 Dari keterangan terduga pelaku RK dikatakan cairan tersebut nantinya akan dicampur oleh alkohol dan etanol serta bahan kimia lain yang bisa mengubah cairan tersebut menjadi kristal. 

"Sabu cair tersebut jika sudah diolah sedemikian rupa akan menjadi Sabu kristal dengan berat 16 Kg"ujar Zulpan.

Kini pelaku dan barang bukti berupa 12 botol Sabu Cair 1buah telepon genggam,dua unit motor dan resi pengambilan barang sudah diamankan Polres Metro Kota Tangerang 


"Tersangka RK dijerat Undang-undang No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika  Pasal 112 ayat (1)dengan ancaman hukuman sekurang kurangnya 4 tahun penjara dan selama-lamanya 12tahun penjara"tutup Zulpan.


( Teddy )

Senin, 24 Januari 2022

Jelang Tahun baru Imlek Warga Keturunan Tionghoa Kota Tangerang Rayakan Imlek Tahun 2022



Tangerang-Fbinewsbanten.net


Kemeriahan menghadapi Hari Raya Imlek tahun 2022, warga keturunan Tionghoa di kota Tangerang begitu antusias mencari hiasan Pernak pernik lampion dan hiasan lainnya.


Menurut salah seorang tokoh warga keturunan Tionghoa di kota Tangerang mengatakan bahwa, Tahun baru Imlek merupakan perayaan terpenting orang tionghoa, Perayaan tahun baru imlek dimulai pada hari pertama bulan pertama dipenanggalan Tionghoa dan berakhir dengan Cap Go Meh Pada tanggal ke 15 . ( Pada saat bulan purnama ) Malam Tahun Baru Imlek Dikenal Sebagai " Malam Pergantian Tahun ".


"Hari raya imlek yang jatuh pada tanggal 01 Pebruari 2022, dipercaya warga keturunan tionghoa sebagai Tahun Macan Air," sebut Tokoh tersebut 


"Walaupun masih  dalam suasana Pandemi covid-19 warga keturunan yang bermukim disekitaran Pasar Lama Kota Tangerang berbondong bondong membeli kue yang wajib ketika perayaan Imlek tiba. Kue Keranjang yang disebut juga Nian Go, Nastar , Kotak manisan Segi Delapan , kue mangkok yang dipercaya memiliki simbol Rejeki, jeruk mandarin dan kue lapis legit," terangnya.


Momen perayaan tahun baru imlek di kota Tangerang dengan tetap mematuhi protokol kesehatan yang ketat secara 5M. 


(Teddy)

Senin, 17 Januari 2022

EKSPLORASI BUDAYA CINA BENTENG: MENGAPA KEBANYAKAN ORANG CINA BENTENG TIDAK BISA BAHASA MANDARIN



Tangerang – fbinewsbanten.net


Pada artikel sebelumnya, telah dijelaskan tentang “Istilah Cina Benteng Berasal” (baca di https://www.fbinewsbanten.net/2022/01/eksplorasi-budaya-cina-benteng-istilah.html). Melanjutkan penuturan dari Koh Achong Lim, seorang pengamat dan pegiat budaya etnis Tionghoa Tangerang sekaligus rohaniawan dari perkumpulan Hikmah Buddhi, kami pun kembali mendapatkan fakta menarik, mengapa orang Cina Benteng tidak bisa berbahasa Mandarin.


“Kenapa orang Benteng itu banyak yang tidak bisa Bahasa Cina?” Koh Achong membuka ceritanya.


“Ada beberapa fakor, pertama… ingat waktu kita sekolah kita diajarkan tentang Bahasa Ibu. Apa yang dimaksud Bahasa Ibu? Bahasa yang diturunkan oleh seorang ibu kepada anaknya. Lah ibu kita kan ‘bibi’ (penduduk lokal – Red). Lah, bapaknya masak ngga ngajarin? Bapaknya mah sibuk kerja cari duit.” Jelas Koh Achong sambal tertawa.


“Selama bapaknya kerja cari duit, anaknya ditinggal sama perempuan (istrinya – Red). Perempuan nimang anak, masak, jaga anak, pasti ngomongnya pakai bahasa dia. Masak pakai bahasa Mandarin? Sedangkan dia bibi-bibi. Makanya orang Benteng sue (kurang beruntung/sial – Red) tidak bisa bahasa Mandarin, kecuali ada Bahasa Bapak. Itu logikanya. Itulah data yang saya dapat.” Tukasnya.



“Yang kedua adalah sekolah-sekolah Cina juga diberangus (di era pertengahan 1950-an sekolah partikelir asing mulai tergerus oleh pemerintah RI karena dianggap warisan kolonial Belanda – Red) di zaman Orde Baru” pungkasnya.


Demikianlah eksplorasi kami mengenai Cina Benteng bersama Koh Achong Lim. Namun masih banyak eksplorasi lainnya yang akan kami sajikan kepada pembaca setia fbinewsbanten.net yang dapat menambah wawasan kita semua. 


Ditulis : Andreas Budi

Admin : Teddy

Minggu, 16 Januari 2022

Banjir Dukungan Rencana Pemekaran DOB Tangerang Utara


Tangerang-Fbinewsbanten.net


Minggu (16/01/2022)Setelah Paseba Tangerang Utara membentuk tim Percepatan Pembentukan Kabupaten Tangerang Utara (TPPKTU) yang dipimpin oleh Sadullah, SE., MM, kini menuai banjir dukungan dari berbagai lapisan masyarakat.


Kian semarak dukungan dari masyarakat untuk Pemekaran Daerah Otonom Baru (DOB) menjadi sebuah kabupaten baru yaitu Kabupaten Tangerang Utara. Hal tersebut merupakan reakasi positif dari masyarakat setelah dibentuknya Tim Percepatan pembentukan Kabupaten Tangerang Utara (TPPKTU) oleh Paseba pada 09/01/2022 di Gedung Paseba Jalan Mekar Jaya RT 004/001 Gerudug Desa Mekar Jaya Kecamatan Sepatan Kabupaten Tangerang.


Dukungan demi dukungan dari berbagai lapisan masyarakat terus disampaikan baik secara langsung maupun secara online melalui media sosial. Hal ini merupakan langkah awal yang baik demi mewujudkan cita-cita masyarakat untuk menjadi DOB dengan pembentukan Kabupaten Tangerang Utara.


Ketua TPPKTU Paseba Sadullah, S.E., M.M. juga mengucapkan terima kasih kapada masyarakat Tangerang Utara atas dukungannya. Semangat kebersamaan untuk terus berusaha menjadikan Tangerang Utara sebagai DOB.


"Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak khususnya masyarakat Tangerang Utara yang sudah mendukung langkah perjuangan kami menjadi DOB. Kami juga terus menganalisis dan mengevaluasi serta memberikan edukasi kepada masyarakat yang belum mendapatkan informasi agar bisa seratus persen mendukung menjadi kabupaten baru. Hal Ini merupakan cita cita kita semua demi kemajuan Tangerang Utara," ujar Sadullah.


Disisi lain Ketua Korcam Paseba Irwanto sekaligus Ketua Bidang Fisik di TPPKTU juga menjelaskan bahwa dirinya berusaha keras agar terciptanya Tangerang Utara sebagai DOB.


"Sekuat dan sebatas kemampuan yang ada, saya terus berusaha keras. Diiringi doa dan terus berusaha untuk niat yang tulus kita semua," ucap Irwanto. (...) ( Td/Red )


JL.KH. ABDUL MALIK NO.13 RT.03/016 KEL. SUKASARI, KEC. TANGERANG, KOTA TANGERANG, BANTEN Wartawan Media FBINews Banten Dalam Menjalankan tugas, dibekali Press card Identity yang masih berlaku dan Surat Tugas, serta Namanya tercantum di website Fbinewsbanten.net d dalam Susunan Redaksi. Laporkan segera segala bentuk dan tindakan melanggar Hukum dan Melanggar kode etik Jurnalist

FBINEWS JABAR