Tampilkan postingan dengan label hukum&kriminal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hukum&kriminal. Tampilkan semua postingan

Jumat, 15 Juli 2022

Miskinkan Bandar, Polda Banten Sita Aliran Dana 1 Miliar Hasil Kejahatan Narkoba


Serang - FBINEWS


Penyidik Satnarkoba Polresta Tangerang sejak pertengahan Mei 2022 hingga akhir Juni 2022 telah berhasil membongkar jaringan pengedar narkoba lintas propinsi lintas negara dengan 7 tersangka mulai dari penangkapan pengedar kecil narkoba ASY (28), warga Cikupa dengan barang bukti (BB) sabu 0,25 gram yang dilanjutkan dengan penangkapan pengedar sedang narkoba DS alias Deri (27) dan DM alias Martin (23) di kontrakan yang berdekatan juga di Cikupa dengan BB sabu 17,65 gram kemudian dikembangkan ke bandar narkoba MI als Kacol (25) di Pasar Kemis, Tangerang dengan BB sabu 768,4 gram.


Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Shinto Silitonga mengatakan petugas terus melakukan pengembangan terhadap kasus tersebut, “Tidak puas dengan penangkapan MI als Kacol (25), penyidik Satnarkoba Polresta Tangerang dan Ditnarkoba Polda Banten kemudian mengembangkan penyelidikan dengan penangkapan sindikat besar sabu BY alias Kakek (54) di Tol Cikampek dengan BB sabu 40 kg, dilanjutkan dengan penangkapan RBS alias Bonar (26) dan ADS alias Cina (28) di salah satu perumahan di Kota Bekasi dengan BB sabu 241,89 gram serta 494 butir ekstasi,” kata Shinto.


Shinto menjelaskan total penyitaan barang bukti narkoba dari sindikat pengedar narkoba lintas propinsi lintas negara ini pasca dilakukan penimbangan sebanyak 43,2 kg sabu dan 494 butir ekstasi. “Selain sabu, penyitaan barang bukti lainnya dilakukan terhadap 1 unit mobil Avanza, 1 unit motor N-Max, timbangan elektrik, tas, beberapa unit hp dan alat hisap sabu. Hasil ungkap ini telah dirilis ke publik bertepatan dengan Hari Bhayangkara ke-76 pada 1 Juli 2022 lalu,” tambah Shinto.


Shinto menambahkan bersamaan dengan waktu ekspose ke publik tersebut, penyidik Satnarkoba Polresta Tangerang dan Ditnarkoba Polda Banten berangkat ke Kalimantan Barat untuk menindaklanjuti informasi tentang peran anggota lain dalam sindikat besar narkoba lintas propinsi lintas negara tersebut, “Selama hampir 2 minggu bekerja, penyidik berhasil melakukan penangkapan terhadap ASP alias Putra (25), warga Kubu Raya, Kalbar, yang sehari-hari bekerja sebagai buruh bangunan namun menyimpan uang skala besar di rumah kontrakannya yang saat penggeledahan ditemukan penyidik. Kemudian dilakukan penyitaan uang tunai senilai Rp366.090.000 dari ASP alias Putra, yang ternyata adalah anak tersangka BY alias Kakek dari perkawinannya dengan istri yang kedua. Selain menyimpan uang hasil kejahatan, ASP alias Putra juga berperan aktif dalam membantu BY alias Kakek untuk perpindahan narkoba dari satu titik ke titik lainnya,” ujar Shinto.


Selanjutnya Shinto menerangkan karena jumlah uang yang dikelola sindikat narkoba ini cukup besar, penyidik menemukan fakta bahwa BY alias Kakek juga memperalat istrinya yang ketiga an. PWT alias Wati (42) serta tetangganya, seorang perempuan an. YS alias Sela (25) untuk membuka rekening bank, “Namun pasca pembukaan rekening bank, BY alias Kakek kemudian menguasai buku tabungan dan ATM-nya sehingga dapat melakukan transaksi penyimpanan uang hasil kejahatan narkoba maupun untuk mendukung transaksi narkoba yang diedarkan oleh sindikat ini. Dengan bantuan pihak bank setempat, penyidik kemudian berhasil menyita uang senilai Rp598.300.000,- dari rekening PWT alias Wati dan Rp117.416.700 dari rekening YS alias Sela,” jelas Shinto.


Kemudian Shinto mengungkapkan total uang yang berhasil disita oleh penyidik dalam rangkaian penyidikan lanjutan di Kalimantan Barat adalah sebesar Rp1.081.806.700,-. “Untuk membuka transaksi lanjutan dari rekening tersebut secara lebih komprehensif, tentu saja penyidik akan bekerjasama dengan PPATK dalam rangka membantu penyidik menelusuri aliran dana dengan prinsip follow the money and follow the asset. Fakta penyidikan ini menguatkan keyakinan penyidik untuk menambahkan persangkaan tindak pidana pencucian uang kepada para tersangka, sesuai Pasal 137 UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika yang berbunyi setiap orang yang tempatkan, bayarkan, belanjakan, titipkan, tukarkan, sembunyikan, samarkan, investasikan, simpan, hibahkan, wariskan atau transferkan uang, harta dan benda atau aset hasil tindak pidana narkotika dengan ancaman pidana paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun penjara serta denda paling sedikit Rp1 miliar dan paling banyak Rp10 miliar,” ungkap Shinto.


Fakta lainnya yang diungkap oleh penyidik di Kalimantan Barat adalah bahwa sindikat pengedar narkoba lintas propinsi lintas negara ini melibatkan anggota keluarga intinya, yaitu anak dan istrinya sebagai bagian yang berperan baik aktif maupun pasif dalam kegiatan peredaran narkoba serta pengelolaan harta kekayaan hasil kejahatan narkoba. “Anggota keluarga rentan direkrut dan terlibat dalam peredaran narkoba, ini menjadi masukan penting bagi kita bersama untuk diantisipasi dengan edukasi yang masif,” kata Shinto.


Pasca penyitaan uang hasil kejahatan narkotika di Kalimantan Barat, penyidik kemudian bergerak ke Kalimantan Tengah untuk menelusuri mobil yang digunakan sebagai alat angkut bagi sindikat mengedarkan narkoba lintas Kalimantan. “Penyidik kemudian berhasil menyita 1 unit mobil Daihatsu Feroza Nopol D-1561-DI serta 1 unit mobil Wuling Conferno Nopol KB-271-XX yang diparkir di Pelabuhan Kumay, Kota Waringin, Kalteng pasca digunakan untuk mobilisasi peredaran narkoba,” terang Shinto.


Terakhir Shinto menjelaskan sesuai komitmen Kapolda Banten Irjen Pol. Prof. Dr. Rudy Heriyanto untuk tindak tegas sindikat narkoba dan miskinkan hartanya sehingga dapat mereduksi sumber daya sindikat tersebut untuk melakukan pengulangan tindak pidana, “Maka pengungkapan sindikat narkoba lintas propinsi lintas negara dan penyitaan uang skala besar beserta beberapa harta kekayaan lainnya dari hasil kejahatan narkoba oleh penyidik Satnarkoba Polresta Tangerang dan Ditnarkoba Polda Banten ini merupakan representasi pelaksanaan perintah dan komitmen pimpinan tertinggi Polda Banten,” ujar Shinto.


Polda Banten juga terus memotivasi masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam memerangi narkoba, “Pengungkapan sindikat besar narkoba lintas propinsi lintas negara ini memang berasal dari pengelolaan informasi masyarakat yang disampaikan kepada penyidik Satnarkoba Polresta Tangerang,” tutup Shinto. (Bidhumas)


Source : humaspolri 

Selasa, 12 Juli 2022

Buron 10 Bulan, Tersangka Pencabulan Ditangkap Polres Pandeglang


 

Pandeglang – FBINEWS 


Satreskrim Polres Pandeglang berhasil menangkap buronan pelaku pencabulan terhadap anak perempuan yang masih di bawah umur dengan nama samaran Bunga (15), warga Kecamtan Sobang, Kabupaten Pandeglang.


Kasi Humas Polres Pandeglang AKP M. Nurdin saat dikonfirmasi membenarkan penangkapan tersebut. “Satreskrim Polres Pandeglang berhasil menangkap buron kasus pencabulan berinisial JN (20) warga Kecamatan Angsana Kabupaten Pandeglang,” ujar Nurdin pada Selasa (12/07).


Nurdin menjelaskan jika tersangka buron selama 10 bulan, “Perbuatan asusila dilakukan tersangka terhadap korban lebih dari satu kali pada 24 September 2021 silam, beberapa waktu kemudian keluarga korban melaporkan kejadian tersebut pada 30 September 2021,” tambahnya.


Kemudian Nurdin menjelaskan jika tersangka berhasil ditangkap Satreskrim Polres Pandeglang pada Senin (11/07). “Satreskrim Polres Pandeglang bekerjasama dengan Polsek Pandeglang berhasil menangkap tersangka pada Senin (11/07) sekitar pukul 17.00 Wib di pertigaan Alfamaret Angsana,” jelas Nurdin.


Selanjutnya tersangka dibawa ke Polres Pandeglang untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. “Tersangka saat ini sudah diamankan di Rumah Tahanan Polisi (RTP) Polres Pandeglang dan atas perbuatannya tersangka dikenakan Pasal 76E jo Pasal 82 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Perraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun,” tutup Nurdin. (Bidhumas)


TEDDY 

Senin, 11 Juli 2022

Satnarkoba Polresta Tangerang Tangkap Pengedar Sabu


 

TANGERANG,– FBINEWS 


Satnarkoba Polresta Tangerang Polda Banten berhasil melakukan penangkapan pelaku penyalahguna narkoba jenis sabtu, Selasa (06/07/2022).


“Pelaku ditangkap di samping Indomart Puri permai, jl. Aria jaya Santika, desa Pasirnangka kecamatan Tigaraksa Kabupaten Tangerang, dengan barang bukti shabu seberat 0,70 gram,” kata Kasatnarkoba Polresta Tangerang Kompol Gede Adi Sasmita.


Gede menjelaskan kronologis penangkapan pengedar sabu tersebut Pada hari Rabu, tanggal 06 Juli 2022 di samping Indomaret Puri Permai tepatnya Jl. Aria Jaya Santika Ds. Pasir Nangka Kec. Tigaraksa Kab. Tangerang, Satres narkoba telah mendapatkan informasi sering adanya transaksi narkoba ditempat tersebut, kemudian personil Satres narkoba pimpinan AKP Kudrotulloh melakukan penyelidikan dan selanjutnya bisa melakukan penangkapan terhadap pelaku GN als GG (32) di samping Indomaret Puri Permai tepatnya Jl. Aria Jaya Santika Ds. Pasir Nangka Kec. Tigaraksa Kab. Tangerang, dan dilakukan penggeledahan ditemukan Barang Bukti yang diduga narkotika jenis Sabu sebanyak 1 bungkus plastik klip bening yang berisikan Narkotika Jenis Sabu yang dilakban warna hitam yang ditemukan dibawah tanah di depan pelaku GN als GG berdiri, Kemudian GN als GG mengakui barang bukti tersebut miliknya yang pelaku dapatkan dari Sdr. Nuron syahwaludin kemudian barang bukti di sita dari tangan kanan GN als GG.


“Pelaku GN als GG mengaku mendapatkan Narkotika jenis Sabu dari Sdr. Nuron syahwaludin yang nantinya untuk di jual Kembali dan di konsumsi,” ujar Gede.


Polisi menyita sabu seberat 0,70 gram dari pelaku GN al GG (32) dan menyita 1 unit handphone Redmi Note 9, yang di pergunakan komunikasi saat bertransaksi.


“Pelaku mengaku mendapatkan barang haram berupa Narkotika jenis Sabu dari Sdr. Nuron syahwaludin sudah dua kali, dan pelaku mendapat keuntungan yang diperoleh yakni dapat mengkonsumsi Narkotika jenis Sabu secara gratis.” tegas Gede.


Pasca penangkapan, pelaku langsung dibawa ke Polresta Tangerang untuk dimintai keterangan, dan selanjutnya akan dilakukan pengembangan terhadap Sdr. Nuron syahwaludin.


“Pelaku dikenakan Pasal 114 ayat 1 sub Pasal 112 ayat 1 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana minimal 5 tahun penjara,” tutup Gede.


Source: humaspolri 

Kamis, 23 Juni 2022

Polisi Ringkus Dua Begal Sadis Bacok dan Rampas Handphone di Tangerang


Kota Tangerang-Fbinewsbanten.net


Begal bersenjata tajam menyerang dua pria dalam waktu yang hampir bersamaan di wilayah hukum polres Metro Tangerang Kota. Senin (16/5/2022) sekitar pukul 01.10 WIB dan pukul 01.15 WIB.


Korban pertama bernama Apen (35) warga Kampung Rangganis, Cinta Manik Cigudeg Kabupaten Tangerang, di lokasi pencucian Jakob Steam, Jalan Daan Mogot Kota Tangerang. Banten.


Pelaku langsung mengalungkan celurit ke arah kepada korban yang sedang asyik duduk bermain handphone dilokasi sambil mengancam "Hape loe sini buat gue kalo gak gue bacok loe"


Peristiwa tersebut diungkapkan Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Zain Dwi Nugroho kepada wartawan Rabu, (22/6/2022). 


Lantaran takut dengan ancaman pelaku, korban akhirnya menyerahkan handphone Samsung miliknya kepada pelaku.


"Usai beraksi pelaku langsung kabur melarikan diri dengan mengendarai motor temannya yang sudah menunggu tidak jauh dari TKP," ungkap Kapolres.


Selang beberapa waktu, kata Zain pihaknya pun menerima laporan masyarakat adanya korban pencurian dengan kekerasan menimpa korban Imam Setiaji (25) di Jalan Satria Sudirman, Sukaasih, Kota Tangerang dengan luka bacokan.


"Diwaktu bersamaan ada lagi korban kedua, usai nongkrong bersama lima temannya korban hendak pulang kerumah namun sebelumnya mereka  jalan-jalan terlebih dahulu ke puspem kota Tangerang dengan mengendari tiga sepeda motor," kata Kapolres.


Saat berada di lapangan panahan samping pusat pemerintahan kota (Puspemkot) Tangerang korban berpapasan dengan dua orang pelaku mengendarai satu motor mengacungkan senjata tajam ke rombongan korban. 


"Karena takut mereka berhamburan menyelamatkan diri masing-masing, namun naas korban Imam Setiaji terjatuh dan di bacok menggunakan senjata celurit pelaku," tuturnya.


Lanjut Kapolres, usai menerima dua laporan peristiwa pembegalan tersebut tim Resmob Reskrim Polres Metro Tangerang langsung bergerak cepat melakukan identifikasi pelaku dan melakukan pengejaran.


"Alhasil, kami berhasil menangkap pelaku, kedua pelaku berinisial MM (23) dan MF (22) keduanya ditangkap di wilayah Teluknaga Kabupaten Tangerang, dari intograsi mereka mengakui sebagai pelaku pembegalan terhadap korban Apen dan Imam Setiaji, salah satu pelaku merupakan Residivis kasus Curanmor," papar Zain.


Atas perbuatannya, kedua pelaku dijerat dengan pasal 365 KUHP ancaman hukumannya dua belas tahun penjara. 

(Teddy)

Kamis, 02 Juni 2022

Sat Resnarkoba Polres Lebak Polda Banten Amankan Seorang Wanita, Ribuan Obat Disita

 




Lebak-Fbinews


Edarkan obat farmasi tanpa izin edar, Seorang Wanita ditangkap dan diamankan Jajaran Sat Resnarkoba Polres Lebak Polda Banten.


Pelaku Sdri. DM (29) ditangkap di sebuah rumah di Kelurahan Cijoro Lebak Kecamatan Rangkasbitung Kab.  Lebak karena telah mengedarkan obat farmasi tanpa izin edar dan petugas  berhasil mengamankan ribuan butir obat jenis tramadol dan hexymer pada Selasa (31/5/2022) pukul 14.00 wib.


Kapolres Lebak Polda Banten AKBP Wiwin Setiawan,SIK,M.H. melalui Kasat Resnarkoba Polres Lebak AKP Malik Abraham,S.Pd membenarkan kejadian tersebut,

"Ya Jajaran Sat Resnarkoba Polres Lebak telah mengamankan Sdri. DM (29) karena diduga telah mengedarkan obat farmasi tanpa izin di sebuah rumah di Kelurahan Cijoro Lebak Kecamatan Rangkasbitung Kab.  Lebak," Ujar Malik (2/6/2022).




"Dari tangan pelaku berhasil mengamankan barang bukti berupa 1.535 butir obat merk Hexymer dan 174 butir obat merk Tramadol HCI" ungkapnya.


"Penangkapan ini berawal dari informasi masyarakat kemudian kami melakukan penyelidikan dan akhirnya kami berhasil mengungkap peredaran obat farmasi tanpa izin edar di wilayah Kabupaten Lebak," lanjut Malik.


Malik menjelaskan, "Saat ini kami masih melakukan pemeriksaan dan pengembangan terhadap para pelaku lain yang sudah kami ketahui identitasnya dan Kami masih melakukan pengejaran," 


"Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya Pelaku dikenakan pasal 197 atau pasal 196 UU RI Nomor 36 tentang kesehatan dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara," tegasnya.


Source: Humaspolreslebak 

Rabu, 20 April 2022

Summarecon Kembali Berulah, Wartawan Dikeroyok Hampir Na'as


Tangerang-Fbinewsbanten.net


PT. Summarecon Agung Tbk, a leading property developer in Indonesia Gading Serpong kembali berulah. Kali ini perusahaan property yang tergolong memiliki nama besar di Indonesia itu bersikap layaknya preman. 


Kegilaan Summarecon dengan membiayai pihak ke tiga yang diketahui para begundal preman mengesekusi rumah salah seorang wartawan Agus Darma Wijaya.


Peristiwa itu terjadi pada hari Rabu (20/4/2022) siang, saat Agus Darma mempertahankan rumahnya dari sitaan Summarecon. Berdasarkan keterangan yang diterima dilapangan Agus Darma tak terima atas tindakan Summarecon yang sepihak.


"Keputusan Pengadilan ajah belum, dan masih proses sidang Perdata di Pengadilan Negeri Tangerang, kok bisa Summarecon melakukan eksekusi tanpa adanya surat keputusan PN. "Kata Darma di lokasi.


Darma menyebut tanggal 18 April 2022 kemaren juga sudah disidangkan, tetapi pihak Legal maupun menejemen Summarecon tidak hadir, "Senin, 18 April kemaren juga ada agenda sidang di PN Tangerang, kan udah tertera jadwalnya dengan nomor perkara 361/Pdt.G/2022/PN Tng, tapi mereka absen, malah ada ancaman mau langsung eksekusi rumah saya hari Rabu nya. "Beber Darma.


Perbuatan melawan hukum yang dilakukan Summarecon juga dipertontonkan dengan menutup akses pintu masuk kolega dan para wartawan yang datang ke perumahan Summarecon jalan Cluster Maxwell no 28. Bahkan diakui Darma telah terjadi penyanderaan terhadap istri dan anak-anaknya oleh preman Summarecon.



"Istri sama anak-anak saya disandera, bahkan barang-barang saya dikeluarkan dari rumah melalui pintu belakang kompleks, itu maling alias perampokan. "Jelasnya.


Melihat kondisi terdesak, Agus Darma mencoba melawan para preman Summarecon yang diperkirakan lebih dari 30 orang, namun na'as baginya. Hal itu juga diakui rekan - rekan wartawan yang melihat kejadian dilokasi pengeroyokan Agus Darma oleh sejumlah preman Summarecon.


"Dia mempertahankan hak nya dan menjaga istri sama anak-anaknya, tapi perlawanan Darma tak berarti, dia dikeroyok sampai tulang rusuk sebelah kanan retak, kepala bocor, lengan kanan tersayat senjata tajam, dan dia kami liat dipukulin, di injek - injek bahkan diseret. "Ungkap para saksi yang melihat kejadian.


Berdasarkan keterangan Dr. Tania dari RS Medika BSD Tangerang Selatan yang menangani pengobatan dan perawatan Agus Darma membenarkan adanya keretakan pada tulang rusuk sebelah kanan, bocor pada bagian kepala, lengan kanan sobek, dan tubuhnya ada luka-luka lebam akibat benda tumpul. 


"Kami sudah melakukan penanganan yang cukup kepada Agus Darma, hanya di RS ini masih kekurangan alat untuk bedah Torak (operasi tulang), sebaiknya dicari RS yang memadai fasilitas itu. "Ujar Tania.


Tersebarnya video pengeroyokaan Agus Darma yang berdurasi 02:50 detik itu telah tersiar di berbagai sosial media, banyak warganet, netizen dan rekan jurnalis se Indonesia mengutuk perbuatan Summarecon yang tak memiliki kemanusiaan.


Terpisah, melalui siaran pers nya Ketua Umum Forum Wartawan (FWJ) Indonesia, Mustofa Hadi Karya atau yang biasa disapa Opan mengapresiasi kerja cepat Polres Metro Tangerang Selatan. 


Dalam keterangannya, Opan menyebut Laporan Kepolisian Nomor TBL/B/734/IV/2022/SPKT/Polres Tangerang Selatan/Polda, tertanggal 20 April 2022 langsung ditindaklanjuti Satreskrim Polres Metro Polres Tangsel.


"Tadi sekitar pukul 21.00 WIB Polisi berhasil meringkus 7 pelaku dan sudah dibawa untuk di proses hukum. "Ucap Opan.


Opan mendukung langkah Polri, khususnya wilayah hukum Polda Metro Jaya yang cepat, tanggap dan mengedepankan presisi menindak kejahatan. "ulasnya.


Dengan memperhatikan ketidak profesionalan Summarecon, dan berperilaku layaknya pengusaha property kebal hukum dengan membayar segelintir Preman, maka Opan menyerukan akan menggelar Aksi Tutup Summarecon.


"Saya tadi sudah serukan untuk gelar aksi dikantor Summarecon Gading Serpong, dan meminta perusahaan itu diberikan sanksi berat oleh Pemerintah, serta para pelaku yang terlibat di eksekusi maupun pengeroyokan terhadap Agus Darma untuk segera ditangkap agar tidak terjadi kepada masyarakat lainnya. "Pungkas Opan.


(Babay)

Rabu, 06 April 2022

Polda Lampung " Musnahkan BB Narkotika " Senilai 271,8 Miliar


Bandarlampung-Fbinewsbanten.net


Polda Lampung musnahkan barang bukti Narkotika selama tiga bulan, periode Januari hingga Maret 2022 berupa sabu dan ganja senilai Rp 271,8 miliar.

Kapolda Lampung Irjen Pol Hendro Sugiatno mengatakan, sejak Januari hingga Maret 2022, jajaran Polda Lampung berhasil mengungkap sebanyak 21 kasus dengan tersangka sebanyak 29 orang.

"Barang bukti sudah kita musnahkan di antaranya 158,1 kg ganja, 181 kg sabu, dan 18.000 botol minuman keras tak berizin. Narkotika yang kita musnahkan ini dapat menyelamatkan sebanyak 1,968,844 jiwa," katanya saat konferensi pers di Mapolda Lampung, Rabu (6/4/2022) pagi.

Hendro  menegaskan, kepada jajaran untuk mengambil tindakan tegas dalam memberantas kasus narkotika.

“Saya sudah perintahkan untuk mengambil tindakan tegas, tidak ada keraguan sedikitpun terhadap pengedar narkotika. Pelaku-pelaku curanmor dan pelaku begal di Lampung, hampir 99 persen adalah pecandu narkotika, beberapa kasus yang ditangani semua adalah pemakai,” tegasnya.


Kasus Narkotika di Provinsi Lampung masih terbilang tinggi, hal ini disebabkan Provinsi Lampung merupakan jalan lintas darat pengedaran narkotika ke Pulau Jawa.

“Hari ini kita melakukan pemusnahan barang bukti narkotika hasil operasi dari bulan Januari sampai Maret dengan jumlah kasus 21 kasus, dan 29 tersangka,” ujarnya.

Menurutnya, peredaran narkotika di Provinsi Lampung masih terbilang tinggi, maka dengan itu dirinya mengajak semua masyarakat khususnya pemerintah untuk bersama-sama memberantas peredaran narkotika di Lampung.

“Saya harap kita bisa bersama-sama memberantas peredaran narkotika di Lampung yang saya lihat masih tinggi, karena lampung itu selain menjadi konsumen anak-anak muda kita, Lampung juga menjadi lintasan narkotika melalui darat menuju ke pulau Jawa,” terangnya.

Selain itu, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Lampung, Edi Swasono mengapresiasi kinerja Polda Lampung yang telah mengungkap jaringan narkotika internasional.

“Saya ucapkan terimakasih dan apresiasi kepada Direktorat Narkoba Polda Lampung dan bapak Kapolda yang sudah mengungkap jaringan narkotika internasional,” ucapnya.

Ia juga menjelaskan bahwa masyarakat Provinsi Lampung yang terpapar narkotika sebanyak 31.811 jiwa.

“Hasil penelitian dari LIPI dan BNN warga masyarakat Provinsi Lampung yang terpapar narkotika, angka prevalensinya itu diangka 31.811 saudara-saudara kita yang terpapar narkotika,” pungkasnya. (gnd/penmas/Lis)

Kamis, 24 Februari 2022

Kejaksaan Tinggi Banten Tetapkan Oknum Bea Cukai Sebagai Tersangka



Banten - Fbinewsbanten.net


Usai petugas Bidang Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Banten melakukan pemeriksaan terhadap  Vim oknum Mantan Kasi Pelayanan Pabean dan Cukai (Bea cukai) Type C Bandara Soekarno Hatta di ruang Pemeriksaan Bidang Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Banten Kamis(24/2/22).


Kejaksaan Tinggi Banten akhirnya menetapkan VIm sebagai tersangka  atas Dugaan Pemerasan dan Pungli .

Surat Penetapan sebagai tersangka yang  ditandatanganai Kepala Kejaksaan Tinggi Banten Leonard Eben Ezer itu terbit pasca tersangka Vim diperiksa. 

Dalam surat penetapan tersangka itu dikatakan VIM diduga keras berdasarkan bukti yang cukup telah melakukan Tindak Pidana Korupsi Dugaan Pemerasan dan atau pungli bersama tersangka lainnya berinisial OAB yang telah terlebih dahulu ditahan. 

Tersangka VIM disangka melanggar pasal 12 huruf e dan atau pasal 11 dan atau pasal 23 UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo UU No.20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU No.31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 421 KUHP ja pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. 

Selanjutnya kejaksaan Tinggi Banten langsung melakukan penahanan terhadap tersangka Vim di Rutan Kelas II Pandeglang selama 20 (dua puluh) hari terhitung sejak hari ini tanggal 24 Februari 2022 s/d tanggal 15 Maret 2022 .


Adapun alasan dilakukan penahan terhadap tersangka Vim menurut kejaksaan tinggi Banten dilihat secara Subjektifnya  (berdasarkan pasal 21 ayat 1 KUHAP) yaitu : Dalam hal kekhwatiran bahwa tersangka akan melarikan diri, merusak barang bukti atau menghilangkan barang bukti dan atau mengulangi tindak pidana. 

Lalu dengan alasan objektif (berdasarkan pasal 21 ayat 4 huruf a KUHAP) yaitu : Tindak Pidana itu diancam dengan pidana penjara 5 tahun lebih. ( TD)

Kamis, 17 Februari 2022

KONFERENSI PERS UNGKAP KASUS PENGANIAYAAN HINGGA KORBAN MENINGGAL DUNIA



Cimahi - Fbinewsbanten.net


Polres Cimahi, Konferensi Pers Pengungkapan Kasus Tindak Pidana Penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia dilaksanakan Kapolres Cimahi AKBP Imron Ermawan S.H., S.I.K., M.H. beserta jajaran, Kamis, (17/02/2022) sekira Pukul 13.00 WIB bertempat di Depan Gedung Pengabdian Polres Cimahi.


Kejadian penganiayaan terjadi di Kp. Saar Mutiara Rt. 03 Rw. 06 Desa. Karangtanjung Kec. Cililin Kab. Bandung Barat, setelah mendapat laporan dari masyarakat, petugas lalu mendatangi TKP.


Tersangka Sdr. M. GR (24) Bin YANTO SETIAWAN, yang beralamat di Kp. Cicalengka Cihampelas Kab. Bandung Barat, atas tindakannya telah melanggar Pasal 351 ayat (3) KUHPidana dengan Ancaman Hukuman 7 Tahun Penjara.


Kejadian berawal Pada hari Sabtu tanggal 12 Februari 2022 sekitar pukul 21.30 wib tepatnya di Kp. Saar Mutiara Rt.03 Rw. 06 Desa. Karangtanjung Kec. Cililin Kab. Bandung Barat telah terjadi tindak pidana Penganiayaan yang mengakibatkan Korban meninggal dunia yang dilakukan oleh Terlapor.



Berawal saat Pelapor sedang berada dirumahnya mendengar suara teriakan dari luar rumah kemudian Pelapor keluar rumah dan pada saat di luar sudah banyak warga masyarakat yang mana saat itu Pelapor melihat Korban yang bernama MUHAMMAD DODI AL GHIFAN sudah berlumuran darah.


Selanjutnya Pelapor mengecek keadaan Korban dan ternyata Korban mengalami luka robek di bagian punggung sebelah kanan, Pelapor menyuruh Kakak Korban untuk membawanya ke RSUD Cililin namun saat itu RSUD Cililin merujuk Korban ke RS Cibabat.


Kemudian pada hari Minggu tanggal 13 Februari 2022 sekira pukul 07.00 Wib Korban dinyatakan meninggal dunia di RS Cibabat, yang selanjutnya pelapor melaporkan kejadian tersebut ke Piket Polsek Cililin Polres Cimahi.


Saya harap masyarakat tidak gegabah mengambil keputusan, apalagi tindakan tersebut melawan hukum yang otomatis ada konsekwensi hukumnya, selalu libatkan aparat kepolisian dalam menyelesaikan suatu konflik, yang insya allah anggota kepolisian akan menjadi penengah dalam menyelesaikan suatu konflik atau masalah, Tutur AKBP Imron.

Source : @humaspolda.jabar 

By, Mbah Kasdi Botak

Editor : Teddy

Selasa, 01 Februari 2022

Bareskrim Polri Bongkar Penyalahgunaan Pupuk Bersubsidi, Rugikan Negara Hingga Miliaran


JAKARTA – Fbinewsbanten.net


Dittipideksus Bareskrim Polri  membongkar penyalahgunaan pupuk bersubsidi di wilayah distribusi Mauk dan Kronjo, Kabupaten Tangerang. Tindak pidana itu mengakibatkan negara merugi hingga miliaran rupiah.


“Alokasi pupuk tidak tepat sasaran, merugikan petani yang seharusnya menerima dan merugikan negara mencapai Rp30 Miliar,” kata Dirtipideksus Bareskrim Polri Brigjen Whisnu Hermawan dalam keterangannya, Senin (31/1/2022).


Dittipideksus Bareskrim Polri Brigjen Whisnu Hermawan  menjelaskan, kasus tersebut terbongkar setelah mendapat informasi dari masyarakat pada Minggu (30/1/2022). Polisi kemudian menyelidiki tindak pidana yang diduga dilakukan pemilik Kios Pupuk Lengkap (KPL), AEF dan MD.


Whisnu menuturkan, modus operasi para pelaku berbekal sistem elektronik rencana definitif kebutuhan kelompok (eRDKK) yang terdapat daftar penerima fiktif, bukan petani. Bahkan, kata Whisnu, terdapat penerima yang sudah meninggal dunia.


“Kemudian alokasi tersebut didistribusikan ke pihak yang tidak berhak, dengan harga Rp4.000/kg di atas HET (Harga Eceran Tertinggi) sebesar Rp2.250/kg untuk pupuk urea,” tutur jenderal bintang satu itu.


Dari kasus ini, Polisi menyita sejumlah barang bukti berupa dua mobil pick up, enam bundel dokumen e-RDKK Tahun Anggaran 2020-2022, satu bundel dokumen rekap penjualan dan fotokopi KTP petani periode Tahun Anggaran 2020-2022, lima buku dan kartu petani, satu mesin EDC keluaran Bank BRI, 400 karung pupuk urea bersubsidi dengan berat total 20 ton, 200 karung pupuk phonska bersubsidi dengan berat total 10 ton, 30 karung pupuk organik bersubsidi berat total 1,5 ton, serta uang penjualan pupuk bersubsidi Rp8 juta di Kios Pupuk Lengkap milik AEF dan MD.


Kedua tersangka dijerat pasal berlapis, yaitu Pasal 6 ayat 1 huruf (b) Jo Pasal 1 sub 3 (e) Undang-Undang Darurat Nomor 7 tahun 1955 tentang Tindak Pidana Ekonomi dan/atau Pasal 21 ayat 1 Jo Pasal 30 ayat 2 Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 15/M-DAG/PER/4/2013 tentang Pengadaan dan Penyaluran Pupuk Bersubsidi Untuk Sektor Pertanian dan/atau Pasal 12 ayat 1 dan 2 Peraturan Menteri Pertanian Nomor 49 Tahun 2020 tentang Alokasi dan Harga Eceran Tertinggi Pupuk Bersubdisi Sektor Pertanian Tahun Anggaran 2021 dan/atau Jo Pasal 4 ayat 1 huruf (a) Jo Pasal 8 ayat 1 Peraturan Perundang-Undangan Nomor 8 Tahun 1962 tentang Perdagangan Barang Dalam Pengawasan dan/atau;


Pasal 2 ayat 1 dan ayat 2 Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2011 tentang Perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 77 Tahun 2005 tentang Penetapan Pupuk Bersubsidi Sebagai Barang Dalam Pengawasan dan/atau Pasal 263 ayat 1 dan/atau ayat 2 KUHP dan/atau Pasal 2 dan/atau 3 dan/atau 5 ayat 1 dan/atau 12 B ayat 1 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dan/atau Pasal 3 dan/atau Pasal 4 dan/atau Pasal 5 dan/atau Pasal 6 dan/atau Pasal 10 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) Jo Pasal 55 KUHP dan Pasal 56 KUHP. dilansir dari humas polri oleh fbinews


“Dengan ancaman hukuman di atas enam tahun penjara,” pungkas Whisnu. 



disalin : mbah botak

Editor : Teddy

Rabu, 26 Januari 2022

Satresnarkoba Polres Pandeglang Berhasil Amankan Pengedar Narkoba



Pandeglang-Fbinewsbanten.net


Anggota Satuan Reserse Narkoba Polres Pandeglang menangkap dua Pengerar narkoba pada hari Selasa 11 Januari 2022. 


Kedua tersangka tersebut yang berhasil diamankan Satresnarkoba  Polres Pandeglang yakni berinisial EN (26) yag ditangkap dirumahnya yang beralamat di Kelurahan Kabayan Kecamatan Pandeglang

Yang di duga mengedarkan narkotika jenis shabu, 


Kemudian ketika dilakukan introgasi oleh Anggota Satres Narkoba, menemukan bukti petunjuk di Handphone EN berupa foto Narkotika jenis Shabu dan mengaku di simpan dirumah saudari DS yang beralamat di Kelurahan Kabayan Kecamatan Pandeglang. 



Ditempat berbeda dirumah DS (22) sekitar pukul 03.31 di hari yang sama berhasil diamankan saudari DS (22) kemudian tersangka menujukan lokasi shabu di simpan yang berada diruangan Dapur yang sudah tidak dipakai dan di simpan di satu buah teko bekas terdapat 1(satu) bungkus plastik klip besar berisikan narkotika jenis shabu ± 15 34 Gram, 


1 (satu) bungkus klip sedang yang di dalamnya terdapa 12 (dua belas) bungkus plastii klip kecil yang berisikan jenis shabu ± 2,69 Gram. 


1 (satu) Bungkus Bekas permen Kopiko yang didalamnya terdapat 29 (dua puluh sembilan) bungkus bekas permen kopiko yang masing-masing terdapat 1 bungkus plastik klip kecil berisikan narkotika jenis shabu yang dibalut tisu dengan berat ± 10,95 Gram, 


1 (satu) bungkus plastik klip besar yang didalamnya terdapat 8 (delapan (pcs) plastik yang masing-masing 100 bungkus dan 1(satu) pcs isi 36(tiga puluh enam) bungkus. 


Dan 1 (satu buah timbangan) merek digipound


"Betul kita amankan tersangka berkat informasi dari masyarakat," ujar Waka Polres Kompol Andi Suwandi (26/1/2022) 


Dari tangan para tersangka petugas menyita barang bukti shabu-shabu  seberat 28,98 gram.


Saudara Ds mengaku bahwa  narkotika jenis shabu tersebut didapatkan dari saudara T (DPO). 


"Saya berharap orang tua keluarga dan teman-teman terdekatnya agar selalu mengingatkan bahayanya narkoba, dan mudah-mudahan kita selalu di jauhkan dari barang haram tersebut," tutupnya


Akibat perbuatannya, para tersangka bisa dijerat Pasal 114 ayat (2) subsider Pasal 112 ayat (2) , Undang-undang RI Nomor 35 tahun 2009, tentang Narkotika. Dengan ancaman hukuman paling singkat 6 tahun penjara dan paling lama 20 tahun penjara atau dipidana seumur hidup.


Ditulis : Humas Polres Pandeglang

Editor  : Teddy

Selasa, 18 Januari 2022

FBI Kab.Bekasi dan FKM2T meminta kapolres Kombes Pol.Gidion dapat lebih cepat dalam penuntasan kasus Telajung



Bekasi - Fbinewsbanten.net


Perkara yang di laporkan FBI pada tanggal 6 Oktober 2020 dengan nomor: LP/1078/750-SPKT/K/X/2020/RESTRO BEKASI, atas perkara pidana pasal 263 dan 266 KUHP tentang pemalsuan tanda tangan 79  warga Desa Telajung yang dipalsukan oleh oknum dan di manipulasi dari tanda tangan penerimaan sembako menjadi izin persetujuan warga untuk dijadikan sebagai akta otentik IMB pendirian SD gabriel manik milik Yayasan Fajar Baru sudah dalam tahap penyidikan dan gelar tersangka


Menurut keterangan bahwa penyidik dalam waktu dekat ini akan melakukan proses uji laboratorium tanda tangan warga ke unit Lab Forensik guna memastikan terpenuhinya unsur 263 KUHP ,hal ini di perkuat dengan 4 orang saksi warga yang sebagai korban pemalsuan sudah memberikan keterangan tambahan ke penyidik dan menyerahkan dokumen tanda tangan pebanding ungkap Ustadz Eka Nugraha Sekretaris FKM2T di kantor polres Metro bekasi sore dini hari tanggal 17 Januari 2022


Forum Bhayangkara Indonesia (FBI) binaan Komjen Pol.Purn.Drs. Susno Duadji ,S.H.,M.Sc yang pernah menjabat sebagai Kabareskrim Mabes Polri ini,FBI  yang merupakan kuasa dan pelapor optimis dan berkeyakinan besar Kapolres metro Bekasi dapat menuntaskan kasus Desa Telajung ini dengan cepat dan  presisi karena beliau  memiliki banyak prestasi dalam pengungkapan kasus kriminal ,hal ini terbukti Kombes Pol. Gidion Arif Setyawan, S.H.,S.I.K,M.H. pernah menjabat Analis Kebijakan Madya Bidang Pideksus Bareskrim Polri.

Kombes Gidion juga pernah menjabat Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Jawa Timur pada 28 Agustus 2019,dan masih banyak prestasi yang beliau lakukan dalam penegakan hukum ucap Toto Sugiarto ketua FBI Kabupaten Bekasi


Forum Komunikasi Masyarakat Muslim Desa Telajung (FKM2T) oleh juru bicaranya Ustadz Komarudin, Spd.memberikan keterangannya kepada awak media bahwa ini upaya terakhir dalam proses sidik di Polres,kami menunggu kerja nyata kepolisian untuk jujur membuktikan bahwa hukum masih ada dan berpihak kepada kebenaran ,karena bukan hanya FKM2T tapi seluruh elemen masyarakat  Kabupaten Bekasi lain nya yang ikut peduli selama ini menunggu kepastian hukum dari Polres Metro Bekasi, masyarakat sangat berharap besar penuntasan kasus ini,melihat permasalahan yang sudah cukup lama hampir 2 tahun ini belum dapat  menentukan oknum pelaku pemalsuan dan manipulasi tanda tangan warga yang di gunakan dalam akta otentik IMB sekolah Yayasan Fajar Baru


Kasus ini menjadi pelik dan mencekam karena ada oknum dari pihak yayasan dan pihak ketiga yang berupaya tetap memaksakan proses pembangunan sehingga menimbulkan gesekan dengan warga desa  hingga kejadian tersebut di liput dan diberitakan oleh wartawan TV swasta Nasional,oknum tersebut memprovokasi dengan melanggar kesepakatan bersama dan tidak menghargai proses hukum yang di tempuh , tak hanya itu pula oknum tersebut  merusak tatanan kerukunan umat beragama dan masyarakat karena telah melakukan upaya fitnah ,pencemaran nama baik kepada  ulama dan tokoh masyarakat ,sehingga keberadaan yayasan fajar baru membuat resah masyarakat Desa Telajung menurut keterangan  Ustadz Jajang jaya Saputra sebagai tokoh masyarakat 


Toto sugiarto meminta ke kombes Pol.Gidion untuk menjadi garda penegakan hukum di Kabupaten Bekasi ,karena ini sebagai upaya Polri meraih kepercayaan masyarakat  untuk bisa Presisi dan patuh atas perintah Kapolri untuk menjadikan hukum yang berkeadilan di masyarakat


Ditulis : Toto

Admin : Teddy

Senin, 17 Januari 2022

Warga Apresiasi Penggerebekan Sabung Ayam Di Babakan Kalanganyar Pandeglang.



Pandeglang-Fbinewsbanten.net


Sehubungan dengan laporan informasi yang disampaikan,Kapolres Pandeglang AKBP Belny Warlansyah, S.H., S.I.K., M.H melalui Kapolsek Pandeglang Kompol Kosasih ,langsung laksanakan penggerebekan di duga judi sabung ayam. 


Pada  Minggu tanggal 16 Januari 2022 sekitar pukul 15.00 Wib kemarin.di pimpin langsung Kapolsek Pandeglang bersama Muspika Kec. Pandeglang, mendatangi lokasi TKP yang diduga tempat perjudian sabung ayam yang terletak di Kelurahan Babakan Kalanganyar Kec. Pandeglang Kab. Pandeglang. 



Den iyang Tokoh pemuda Kel.Karang Anyar Kec. Pandeglang sekaligus ketua PAC Kesti TTKD Kec. Pandeglang mengatakan, “Kami mengapresiasikan dan berterimakasih atas respon reaksi cepat pihak kepolisian dalam memberantas sabung ayam diwilayah Babakan Kalanganyar Kec. Pandeglang, “,tutur Den Iyang pada saat di jumpai. 


Terpantau,dari tindakan pihak Kepolisian Adapun fakta-fakta anggota menemukan sebuah lokasi yang diduga digunakan sebagai tempat perjudian sabung ayam. 


Saat penggerebekan di temukan adanya kegiatan judi sabung ayam di lokasi tersebut,

Ditemukan 1 ekor ayam bangkok (1 ekor dalam keadaan hidup ) , 1 Lembar karpet permadani dan 1 lembar terpal atap saung kalang Di TKP diamankan ke mako Polsek Pandeglang.


Ditulis : Humas Polsek Pandeglang

Admin : Teddy

Rabu, 17 November 2021

Amankan Barang Bukti Rp 217 Miliar, Polri Sukses Ungkap Pinjol Ilegal




Jakarta-Fbinewsbanten.net


Bareskrim Polri melalui Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) berhasil mengungkap kasus pinjaman online ilegal dengan modus penggunaan aplikasi kredit kilat. Total Rp 217 miliar disita sebagai barang bukti dari para tersangka. Korps Bhayangkara turut mengamankan 13 tersangka, tiga di antaranya merupakan warga negara asing (WNA) asal Cina.


Dalam menjalankan aksinya, pinjol ilegal ini diduga menggunakan jasa desk collection dengan mengirimkan pesan ancaman, penghinaan, hingga pornografi ke para korban. Ketiga WNA tersebut berinisial WJS (32) berperan sebagai pengendali Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Inovasi Milik Bersama (IMB), GCY (38) berperan sebagai teknisi IT yang mengintegrasikan serta mengoperasikan peralatan, dan JMS (57) berperan sebagai Direktur Bisnis PT AFT.


Dirtipideksus Bareskrim Polri Brigjen Pol. Whisnu Hermawan, S.I.K., M.H., mengungkapkan, "Para tersangka adalah warga negara Cina pemilik perusahaan. Dari 7 rekening yang diduga merupakan sumber tindak pidana tersebut berhasil disita dan diblokir oleh petugas sebesar Rp 217 miliar. Nantinya rekening-rekening tersebut akan didalami kembali karena dari Bareskrim Polri telah mengidentifikasi semua kegiatan dari pinjol ilegal." (TD/HMS)


JL.KH. ABDUL MALIK NO.13 RT.03/016 KEL. SUKASARI, KEC. TANGERANG, KOTA TANGERANG, BANTEN Wartawan Media FBINews Banten Dalam Menjalankan tugas, dibekali Press card Identity yang masih berlaku dan Surat Tugas, serta Namanya tercantum di website Fbinewsbanten.net d dalam Susunan Redaksi. Laporkan segera segala bentuk dan tindakan melanggar Hukum dan Melanggar kode etik Jurnalist